Jumat, 19 November 2010

Kita adalah Korban


Kita adalah korban, Roz. Entah mengapa pikiran ini tiba-tiba tercetus di kepalaku.

Setelah berhari aku bergulat dengan pikiranku sendiri. Ada ribuan Tanya. Tidak mudah untuk menemukan jawabannya.

Pagi ini aku membuka facebook, dan seorang teman update status seperti ini membuatku terhenyak “think some people in relationship with _________ cheating with ______ and the same time talking to___________ “

Kau mungkin tidak sadar, apa yang dia lakukan diluar sana. Kau terlalu percaya dengan buaiannya.. Atau kau pura-pura menutup mata dengan apa yang ia perbuat padamu.

Cinta itu memang buta ya Roz. Aku sendiri pun sampai terlena karenanya. Dia mengalahkan logika yang paling kuat sekalipun dan perasaan kita hanyut mengalir bagaikan air bah tanpa bendungan.

Kadang membuat kita seperti bodoh, karena kita rela diperlakukan seperti itu.

Dia memang mempesona. Bukan hanya ketampanannya yang menaklukkan hati. Tapi tutur katanya, kebaikannya, kecerdasan dan kelembutan hatinya. Itulah mengapa kita bisa begitu terkesan.

Mungkin buat kamu, dia adalah masa depanmu. Kau pasti berharap bisa bersamanya hingga ke pelaminan. Kau pasti berharap dia adalah ayah bagi anak-anakmu kelak.

Sementara bagiku, dia adalah teman sepanjang masa. Tepatnya Teman tapi mesra. Dia selalu marah kalau kubilang bahwa dia ‘hanya’ berteman. Akupun sadar, hubungan kami memang sudah lebih dari itu.

Apa kau marah padaku Roz? Tidak ada maksud untuk merebutnya darimu. Semua mengalir begitu saja yang bermula dari pertemanan iseng.

Toh, aku juga tidak kenal dirimu. Kamu menutup diri. Seperti tempok tinggi yang menjulang ke langit. Tanpa celah. Dan tanpa jendela. Bagaimana kau bisa hidup dalam kehampaan seperti itu?

Lalu, apa tanggung jawabku padamu? Kau bukan temanku, apalagi saudaraku. Kita tidak saling kenal. Hanya dia penghubung kita.

Tapi entah mengapa, uluran tangaku selalu ada padamu. Bukan karena rasa penasaranku yang membuncah, tapi kadang aku merasa kasihan padamu.

Kami bercinta semalam, Roz…aku dan dia benar2 hanyut….aku sungguh tak berdaya alam peluknya. Dia cium aku hingga napasku sesak. Dan tak usah kulanjutkan ceritanya. Kau pasti tahu akhirnya.

Kami tidak bisa melupakan malam itu...dia dan aku. Akh..kau.. Maafkan aku Roz..

Rabu, 13 Oktober 2010

Little Thing That I know about You


Aku seperti masuk dalam duniamu. Dunia yang masih kuraba jalannya. Kadang penuh duri. Penuh teka-teki. Begitu banyak pertanyaan yang melintas di kepalaku

Ternyata, begitu lama aku bersama kamu, tak ada informasi yang bisa menjelaskan siapa kamu sebenarnya.

Aku sungguh tidak tau siapa kamu. Yang kutahu, kaulah yang selalu bersamaku. Menemaniku disini. Dengan gayamu yang selalu membuatku tertawa. Atau gaya nakal kamu yang genit.

Selebihnya, aku tidak tahu siapa kamu. Ada potongan-potongan cerita yang kudapat. Ketika kurangkup, ternyata aku semakin tidak mengerti.

Aku tidak tahu siapa kamu. Yang kutahu, aku mencintaimu. Bahkan sangat.

I don't know much
But I know I love you
And that may be
All I need to know

So many questions
Still left unanswered
So much
I've never broken through

And when I feel you near me
Sometimes I see so clearly
The only truth I've ever known
Is me and you

(Don't know much- Aaron Neville)

Kamis, 08 Juli 2010

Lapuk

Hatiku telah lapuk
telah menjadi sebuk-serbuk
tak berbentuk

Dia bukan hati yang utuh lagi ketika kau meneyentuhnya
Dia sudah bertebaran bersama angin malam yang berhembus..hilang...lenyap

Kamis, 03 Juni 2010

Pilu

Ini akan lebih menyakitkan dari yang kuduga.
Kau yang menyentuh hatiku
memberi jalan terang padaku
walau aku bisa menebak akhirnya
semua ini akan berakhir pilu....

Selasa, 15 Desember 2009

Hatiku

Kau membawa hatiku hingga ke awan
dan kau mengembalikannya dalam keadaan patah...
 
Designed by Lena