
Kita adalah korban, Roz. Entah mengapa pikiran ini tiba-tiba tercetus di kepalaku.
Setelah berhari aku bergulat dengan pikiranku sendiri. Ada ribuan Tanya. Tidak mudah untuk menemukan jawabannya.
Pagi ini aku membuka facebook, dan seorang teman update status seperti ini membuatku terhenyak “think some people in relationship with _________ cheating with ______ and the same time talking to___________ “
Kau mungkin tidak sadar, apa yang dia lakukan diluar sana. Kau terlalu percaya dengan buaiannya.. Atau kau pura-pura menutup mata dengan apa yang ia perbuat padamu.
Cinta itu memang buta ya Roz. Aku sendiri pun sampai terlena karenanya. Dia mengalahkan logika yang paling kuat sekalipun dan perasaan kita hanyut mengalir bagaikan air bah tanpa bendungan.
Kadang membuat kita seperti bodoh, karena kita rela diperlakukan seperti itu.
Dia memang mempesona. Bukan hanya ketampanannya yang menaklukkan hati. Tapi tutur katanya, kebaikannya, kecerdasan dan kelembutan hatinya. Itulah mengapa kita bisa begitu terkesan.
Mungkin buat kamu, dia adalah masa depanmu. Kau pasti berharap bisa bersamanya hingga ke pelaminan. Kau pasti berharap dia adalah ayah bagi anak-anakmu kelak.
Sementara bagiku, dia adalah teman sepanjang masa. Tepatnya Teman tapi mesra. Dia selalu marah kalau kubilang bahwa dia ‘hanya’ berteman. Akupun sadar, hubungan kami memang sudah lebih dari itu.
Apa kau marah padaku Roz? Tidak ada maksud untuk merebutnya darimu. Semua mengalir begitu saja yang bermula dari pertemanan iseng.
Toh, aku juga tidak kenal dirimu. Kamu menutup diri. Seperti tempok tinggi yang menjulang ke langit. Tanpa celah. Dan tanpa jendela. Bagaimana kau bisa hidup dalam kehampaan seperti itu?
Lalu, apa tanggung jawabku padamu? Kau bukan temanku, apalagi saudaraku. Kita tidak saling kenal. Hanya dia penghubung kita.
Tapi entah mengapa, uluran tangaku selalu ada padamu. Bukan karena rasa penasaranku yang membuncah, tapi kadang aku merasa kasihan padamu.
Kami bercinta semalam, Roz…aku dan dia benar2 hanyut….aku sungguh tak berdaya alam peluknya. Dia cium aku hingga napasku sesak. Dan tak usah kulanjutkan ceritanya. Kau pasti tahu akhirnya.
Kami tidak bisa melupakan malam itu...dia dan aku. Akh..kau.. Maafkan aku Roz..
